Setiap manusia pasti pernah merasa salah dan gagal dalam hidup. Pada momen tertentu, kegagalan dan kesalahan tersebut terasa begitu besar sehingga berpikir bahwa tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaikinya. Akan tetapi, Al-Qur’an sebagai lentera bagi setiap manusia  justru memberikan harapan yang tak pernah padam. Al-Qur’an dengan tegas menyatakan bahwa jalan kembali itu selalu ada bagi siapa pun yang ingin kembali. Mari kita selami firman Allah SWT dalam QS. Ali ‘Imran Ayat [3]: 135 yang menegaskan  bahwa ampunan Allah begitu luas:

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ ۝١

Artinya: “Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).”

Ayat ini dengan tegas menunjukkan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya zat yang mampu memaafkan kesalahan hamba-Nya karena kasih sayang Allah begitu besar dan luas, tak peduli seberapa jauh manusia melampaui batas atau seberapa sering manusia melakukan dosa. Di bagian akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa salah satu syarat penting diterimanya taubat adalah niat yang tulus tidak mengulangi dosa tersebut. Penutupan ayat ini menunjukkan bahwa walaupun ampunan Allah sangat luas, seorang hamba tidak boleh menganggap remeh ampunan tersebut, melainkan mereka harus berusaha keluar dari lingkaran dosa tersebut, agar seorang hamba tidak terjerumus ke dalam dosa yang sama.

Keutamaan Memperbanyak Istighfar: Kunci Keberkahan Hidup

Banyak membaca istighar merupakan salah satu cara yang paling mudah dalam memperoleh ampunan Allah. Akan tetapi, sangat disayangkan walaupun hal ini mudah sebagian besar orang lupa memanfaatkan kesempatan ini. Oleh sebab itu Allah memberikan pahala yang sangat besar bagi siapa saja yang hati dan bibirnya terus diiringi oleh istighfar. Simak hadis di bawah ini:

مَنْ أكْثَرَ مِنَ الاسْتِغْفَارِ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ

Artinya: “Siapa yang memperbanyak istighfar maka Allah akan menjadikan untuknya kelapangan dari setiap kegundahan, jalan keluar dari setiap kesempitan, dan Dia memberikan rezeki untuknya dari jalan yang tidak terduga.” (HR. Ahmad)

Hadis ini adalah bukti nyata bahwa istighfar mempunyai energi spiritual yang dapat mengatasi berbagai permasalahan hidup. Ia adalah obat penenang hati dari kegundahan, solusi atas kesulitan yang mendera, bahkan pembuka pintu rezeki dari arah yang tak pernah kita sangka. Singkatnya, istighfar mampu melapangkan dada, membuka jalan buntu, dan mendatangkan keberkahan yang berlimpah.

Penegasan bahwa istighfar mampu menjadi solusi komprehensif untuk berbagai masalah, baik di dunia maupun akhirat juga ditegasakan  Allah di dalam QS. Nuh [71]:10-12 :

فَقُلۡتُ ٱسۡتَغۡفِرُوا۟ رَبَّكُمۡ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارا﴿ ١٠ ﴾  يرۡسِلِ ٱلسَّمَاۤءَ عَلَیۡكُم مِّدۡرَارا﴿ ١١ ﴾ ‫وَیُمۡدِدۡكُم بِأَمۡوَ ٰ⁠ل وَبَنِینَ وَیَجۡعَل لَّكُمۡ جَنَّـٰت وَیَجۡعَل لَّكُمۡ أَنۡهَـٰرا﴿ ١٢ ﴾

Artinya: 10. Lalu, aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. 11. niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, 12. dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”

Ayat di atas adalah kisah nabi Nuh  yang menyuruh kaumnya untuk beriman dengan cara memohon ampun kepada Allah. Allah Swt menjanjikan bahwa taubat mereka akan menghapus seluruh dosa-dosa yang terdahulu, bahkan Allah akan menganugerahkan kesejahteraan kepada mereka seperti, hujan yang lebat sehingga air sungai mengalir dengan baik dan menjadikan kebun-kebun mereka subur dan Allah akan memperbanyakkan keturunan mereka agar generasi mereka tidak punah. Allah melimpahkan kebaikan dunia dan akhirat kepada kaum nabi Nuh berupa penghapusan dosa dan kesejahteraan hasil panen dan keturunan, tapi sangat disayangkan kaum Nabi Nuh menolak tawaran Allah.

Rasulullah SAW: Sang Pemohon Ampun Tiada Henti

Jika kita bertanya seberapa penting istighfar ? mari kita lihat teladan terbaik seluruh umat manusia, sekaligus kekasih Allah yang sudah dijamin masuk surga dan diampuni segala dosa, yaitu Nabi Muhammad Saw. Abu Huraira meriwayatkan langsung dari Nabi Muhammad bahwa Nabi Muhammad memohon ampun kepada Allah sebanyak 70 kali dalam satu hari:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: والله إني لأستغفر الله تعالى وأتوب إليه في اليوم سبعين مرة (رواه البخاري)

Artinya: ‘Dari Abu Hurairah ra. aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak tujuh puluh kali.’ (HR. Bukhari).

Apa yang dilakukan oleh nabi Muhammad adalah bukti nyata keistimewaan istighfar. Jika seorang Nabi yang maksum (terjaga dari dosa) senantiasa beristighfar, apalagi kita sebagai manusia biasa yang tak pernah luput dari salah dan khilaf? Maka jangan pernah merasa terlambat atau merasa tidak pantas mendapatkan ampunan Allah karena jalan pulang menuju ampunan dan rahmat-Nya sejatinya tidak pernah tertutup. Wallahu’alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *