Rasulullah Saw merupakan figur sentral yang membimbing para sahabatnya dalam berbagai aspek kehidupan. Hampir tidak ada satu kegitan sehari-hari pun yang luput dari perhatian Nabi termaksud etika ketika makan. Berikut adalah beberapa etika makan yang diajarkan Nabi Muhammad:

Anjuran Membaca Basmalah Sebelum Makan

Dalam sebuah riwayat:

عن عمر بن أبي سلمة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يَا غُلاَمُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ. (رواه البخاري ومسلم).

 Artinya: Dari Amr bin Abi Salamah Ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda, “Wahai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang ada di dekatmu.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

Mengapa basmalah ini penting? karena jika seseorang tidak membaca basmalah, setan akan ikut serta makan bersamanya. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عن جابر بن عبد الله، أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول: ” إذا دخل الرجل بيته، فذكر الله عند دخوله وعند طعامه، قال الشيطان: لا مبيت لكم، ولا عشاء، وإذا دخل، فلم يذكر الله عند دخوله، قال الشيطان: أدركتم المبيت، وإذا لم يذكر الله عند طعامه، قال: أدركتم المبيت والعشاء ” (أخرجه مسلم)

   Artinya:

Dari jabir bin Abdullah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seseorang memasuki rumahnya dan menyebutkan nama Allah ketika masuk dan ketika makan, maka setan berkata, ‘Tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makan malam’. Dan apabila seseorang masuk rumah dan tidak menyebutkan nama Allah ketika masuk maka setan berkata, ‘Kalian mendapatkan tempat bermalam’. Kemudian apabila seseorang tidak menyebutkan nama Allah ketika makan, maka setan berkata, ‘Kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam’.”

Berdasarkan penjelasan hadis tersebut dapat dipahami bahwa lafal bismillah lebih dari sekadar ucapan. Ia berfungsi sebagai proteksi spiritual yang melindungi siapa saja yang mengucapkannya dari berbagai gangguan yang tidak kasat mata. Adapun tata cara membaca bismillah ketika makan cukup mengucapkan bismillah saja atau boleh secara sempurna “Bismillahirrahmanirrahim“. Dan Jika lupa membaca basmalah di awal kemudian teringat di pertengahan makan, maka boleh membaca: “Bismillahi awwalihi wa akhirihi” (Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya). Betapa pentingnya basmallah ketika makan, sebagian para ulama berpendapat bahwa hukum membaca basamalah sebelum makan sunah muakkadah (sunah yang sangat ditekankan, mendekati wajib), sebagian yang lain mengatakan wajib.

Makan dengan Tangan Kanan

Rasulullah Saw juga mengajarkan untuk makan dengan tangan kanan. Dalam hadis yang berbeda Nabi bersabda, “Jika salah seorang dari kalian makan, hendaknya ia makan dengan tangan kanannya, dan jika minum hendaknya minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim).

Perintah makan dan minum dengan tangan kanan ini bertujuan untuk membedakan kebiasaan setan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168).

Mayoritas ulama berpendapat bahwa sangat dianjurkan (sunah muakkadah) makan dengan tangan kanan, sementara sebagian yang lain beranggapan hukumnya wajib.

Mengambil Makanan yang Terdekat

Dalam redaksi hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim di atas, Rasulullah Saw memerintahkan Amr bin Abi Salamah untuk mengambil makanan yang terdekat darinya terlebih dahulu. Anjuran ini berlaku jika jenis makanannya hanya satu, namun jika terdapat beberapa jenis hidangan kita diperbolehkan untuk mengambil makanan yang berbeda meskipun tidak berada tepat di depan kita, dengan catatan tetap menjaga adab makan. Amr bin Abi Salamahmemiliki kedudukan istimewa sebagai putra tiri Rasulullah Saw dari pernikahan dengan Ummu Salamah. Pada saat peristiwa ini terjadi, Amr bin Abi Salamah masih dalam usia anak-anak. Kisah interaksi antara Rasulullah Saw dengan Amr bin Abi Salamah menujukkan bagaimana kelembutan dan kasih sayang nabi dalam mendidik anak-anak. Rasulullah Saw tidak menegur atau memarahi, melainkan memberikan bimbingan yang lugas, eksplisit, dan mudah dicerna oleh nalar seorang anak. Walllahu’alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *